9 Keberuntungan Yang Terlupakan

WISDOM IN THE AIR

9 keberuntungan yang terlupakan - lionmag juli 2013

9 keberuntungan yang terlupakan – lionmag juli 2013

9 Keberuntungan Yang Terlupakan

OLEH: JEMY V.CONFIDO

Sembilan itu angka hoki. Begitu kepercayaan sebagian orang. Namun, terlepas dari mitos angka 9, pada dasarnya kita semua tentu akan merasa senang bila mendapatkan keberuntungan khususnya pada saat yang dibutuhkan. Misalnya, sebut saja Anda memenangkan door prize sebuah handphone yang sudah lama Anda inginkan pada saat handphone yang Anda gunakan sekarang sudah mulai rewel.

Kita semua sebenarnya mengalami banyak keberuntungan setiap saat. Hanya saja sebagian besar dari keberuntungan tersebut tidak kita sadari keberadaannya. Bahkan seringkali kita salah menerimanya dan menganggapnya sebagai sebuah kesialan. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan 9 keberuntungan yang terlupakan kepada para pembaca sekalian.  Keberuntungan-keberuntungan ini biasanya terlupakan karena kita menganggapnya sebagai sebuah hal yang memang sudah sewajarnya (take it for granted) atau justru kita menganggapnya sebagai sebuah musibah karena menghambat keinginan kita.

  • Kebaikan yang terus menerus terjadi. Kebaikan yang terus menerus terjadi seringkali kelupaan. Bangun di pagi hari dalam keadaan tubuh yang sehat dan segar serta mampu menghirup udara yang bersih sering dilupakan sebagai sebuah keuntungan karena hal tersebut sudah dianggap sebagai sesuatu yang sudah semestinya. Padahal bila keberuntungan yang satu ini tidak kita dapatkan, tidak ada keberuntungan lain yang bisa kita rasakan bukan? Bentuk lain dari kebaikan yang terlupakan seringkali adalah kehadiran orang-orang yang sangat mendukung dan memperhatikan kita seperti istri, suami, ibu, ayah, sahabat. Bawahan dan sebagainya yang selalu ada untuk mendukung kita. Keberadaan dan kebaikan mereka yang terus-menerus diberikan kepada kita acap kali dianggap sebagai sesuatu yang sudah sepatutnya. Biasanya, kita baru menyadari keberuntungan yang satu ini pada saat orang-orang tersebut tidak hadir di dekat kita.
  • Kesempatan dan kemampuan untuk berbuat baik. Berbuat baik tentu merupakan hal yang diinginkan oleh kebanyakan orang. Namun demikian, tidak selalu setiap orang yang menginginkan untuk berbuat baik benar-benar bisa melakukannya. Karena itu, kita patut mensyukuri kesempatan dan kemampuan berbuat baik sebagai sebuah keberuntungan yang bahkan lebih besar daripada orang yang menerima perbuatan baik tersebut. Itulah sebabnya menurut keyakinan agama tertentu, mereka patut berterima kasih bila kebaikan yang mereka berikan kepada orang lain bisa diterima dengan baik oleh orang tersebut. Hal ini agak aneh bukan? Bukannya yang menerima tetap malah yang memberi yang berterima kasih. Namun keyakinan tersebut ada benarnya. Misalnya suatu ketika, Anda sangat ingin membelikan sepeda untuk anak anda. Setelah beberapa bulan menabung dengan susah payah, akhirnya Anda bisa mewujudkan keinginan tersebut. Anda pun memberikan sepeda tersebut sebagai kejutan untuk anak Anda. Tentu saja anak anda sangat bergembira. Namun, saya yakin, Anda jauh lebih bergembira melihat kegembiraan anak anda tersebut. Sayangnya, keberuntungan yang satu ini cukup sering terlupakan. Bayangkan bila andak anda tadi menolak sepeda yang sudah Anda dapatkan dengan susah payah, betapa hancurnya hati Anda bukan?
  • Kemampuan menghadapi kesulitan.  Keberuntungan yang satu ini memang cukup sering terlupakan seperti dituturkan dalam kisah fiktif ini. Suatu ketika, seorang nenek sangat menginginkan sebuah baju hangat agar ia bisa berjalan-jalan di pagi hari. Namun apa dikata, nenek tersebut hingga ajalnya tidak pernah mendapatkan baju hangat yang diinginkan. Ketika menghadap Tuhan, sang nenek protes, kenapa ia tidak diberikan baju hangat. Lalu Tuhan menjawab, bukannya selama ini dibutuhkan sang nenek adalah kesehatan dan kemampuan untuk menghadapi udara dingin di pagi hari sehingga ia tetap bisa berjalan-jalan? Tudah sudah memberikannnya. Namun si nenek tidak menyadarinya.
  • Sesuatu yang tidak perlu dimiliki. Apa yang kita inginkan seringkali justru tidak menjadi keberuntungan bagi kita namun justru menjadi cobaan dan tidak jarang malah menjadi kesulitan. Seorang karyawan suatu ketika sangat ingin dipromosikan menempati kedudukan atasannya sekarang. Ia merasa sudah sangat siap dan ia pun yakin bila kedudukannya meningkat, maka demikian pula pendapatannya dan kebahagiaan keluarganya. Saat yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba. Karyawan tersebut dipromosikan. Namun setelah ia menjabat kedudukan yang baru tersebut, istri dan anaknya mulai sering mengeluh karena ia jadi jarang berada di rumah dan lebih sering marah. Memang pendapatannya meningkat tapi kebahagiaannya justru berkurang. Hikmah dari cerita ini bukan berarti Anda tidak boleh naik jabatan atau meningkatkan penghasilan. Namun, untuk mendapatkan kebahagiaan, Anda tidak selalu membutuhkan promosi dan penghasilan yang lebih besar. Yang diperlukan hanyalah mensyukuri kebahagiaan itu sendiri.
  • Amarah yang bisa diatasi. Banyak akibat buruk yang ditimbulkan sebuah amarah. Selain tidak baik untuk kesehatan dan menyebabkan hubungan menjadi kurang harmonis, amarah juga membuat kita tidak bijak pada saat membuat keputusan terlebih lagi keputusan penting. Marah tentu saja merupakan bagian dari emosi manusia yang tidak bisa dihindarkan dan adakalanya perlu. Tetapi membiarkan marah menjadi amarah sungguh merugikan kita. Suatu ketika, seorang ayah mensyukuri keberhasilannya mengatasi amarah manakala ia mengetahui putrinya tersebut mencuri uangnya. Hampir saja si ayah memukul wajah putrinya dengan tongkat. Bayangkan seandainya tongkat itu jadi mendarat di wajah sang putrid, bukan saja luka bekas pukulan itu membuat wajahnhya kurang cantik, namun justru luka batinnya lah yang lebih parah karena bisa merusak kepribadian sang putri tersebut bertahun-tahun kemudian. Bila Anda bisa mengatasi amarah, maka sesungguhnya Anda adalah seorang yang sangat beruntung karena Anda terbebas dari kemungkinan yang jauh lebih buruk.
  • Kekurangan dibalik kelebihan. Banyak orang yang menilai kelebihan sebagai sebuah keberuntungan dan kekurangan sebagai sebuah keterbatasan. Namun demikian, kita bisa mengubah cara pandang tersebut agar lebih bermanfaat. Sesungguhnya, kekurangan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Bahkan dalam banyak kasus, kekurangan seringkali menjadi motivator yang sangat efektif untuk membuat seseorang menjadi lebih kuat lagi. Menurut para ahli, Steffi Graf merupakan petenis yang kurang berbakat dibandingkan Gabriela Sabatini. Namun demikian, Steffi lebih banyak memenangkan turnamen dan grand slam. Mengapa? Karena Steffi Graf menyadari kekurangannya tersebut dan mau menambah porsi latihannya setiap hari. Sayangnya, kebanyakan orang tidak cukup peka dan mau menyadari kekurangannya sehingga ia tidak bisa meningkatkan apa yang sudah diperolehnya. Beruntunglah Anda bila Anda bisa menemukan kekurangan Anda.
  • Keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri. Keberanian untuk bersikap jujur, khususnya terhadap diri sendiri, bukanlah merupakan sesuatu yang mudah. Padahal, kejujuran seperti ini bisa membawa banyak berkah bagi diri kita sendiri dan menghindarkan kita ataupun orang lain dari kesulitan. Suatu ketika, seorang ibu tidak mau menerima dengan jujur bahwa  anaknya menerima autis. Ibu ini pun berusaha mencari para pakar yag sependapat dengannya bahwa anaknya tidak autis. Ibu tersebut juga tidak mau membawa anaknya untuk mengikuti terapi. Ia bahkan menuduh para dokter yang menyatakan anaknya autis tersebut telah membuat kesimpulan yang salah. Alhasil, kondisi anaknya tersebut semakin parah dan memprihatinkan. Bersyukurlah bila Anda memiliki keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri karena dengan demikian Anda akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
  • Keberadaan pesaing. Keberadaan pesaing seringkali diartikan sebagai sebuah masalah atau bahkan musibah. Memang benar bahwa pesaing tidak selalu bermain “fair” dalam pertarungan yang kita hadapi. Namun demikian, kita bisa melihat pesaing sebagai motivator untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi kita. Pesaing juga merupakan salah satu penyuntuk semangat agar kita tidak cepat puas dengan apa yang telah kita lakukan. Suatu ketika, seorang general manager sebuah perusahaan sepeda motor mengatakan bahwa ia sangat bersyukur karena memiliki pesaing. Menurutnya, kehadiran pesaing telah menjadi obat yang sangat mujarab untuk menyadarkan karyawannya agar  tidak cepat berpuas diri dan mau berusaha untuk mengeluarkan potensi terbaik mereka. Bila Anda merenungkannya baik-baik, mungkin Anda baru menyadari bahwa ternyata Anda perlu mensyukuri kehadiran pesaing Anda.
  • Doa yang tersembunyi. Tanpa sepengetahuan kita, sebenarnya ada orang-orang yang berharap kita bisa mendapatkan kebaikan. Namun karena sesuatu dan lain hal, orang-orang tersebut memiliih untuk tidak mengatakannya kepada kita secara langsung. Namun demikian, mereka tetap mendoakan kita setiap saat. Tentu saja, karena dipanjatkan secara tulus dan ikhlas, doa-doa tersebut mendapat kemurahan dari Yang Maha Kuasa sehingga menjadi perlindungan dan kekuatan bagi kita dalam menghadapi berbagai kesulitan. Bersyukurlah karena masih ada orang-orang yang mendoakan kita tanpa kita ketahui. Ironisnya, mungkin saja orang tersebut adalah orang yang paling kita benci selama ini.

Tentu saja masih banyak keberuntungan lain yang terlupakan. Namun demikian, ada satu lagi keberuntungan terbesar yang terlupakan yaitu kemampuan untuk selalu melihat keberuntungan itu sendiri. Bila kita bisa menyadari keberuntungan yang satu ini maka life is really beautiful.

Sumber : Majalah LIONMAG, edisi Juli 2013, hal 26-28.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>